Matahari yang setiap hari memancarkan sinarnya ke bumi dan juga ke planet-planet lain yang ada pada tatasurya kita, adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup yang ada di bumi ini. Pemancaran energi matahari yang sampai ke bumi telah berlangsung terus menerus sejak kurang lebih 5.000.000.000 tahun yang lalu dan akan terus berlangsung sampai waktu yang belum diketahui. Energi matahari yang seakan-akan tak akan habis tersebut, menarik untuk diamati karena sumber energi matahari tersebut ternyata berasal dari reaksi thermonuklir yang sangat dahsyat dan menghasilkan panas dalam orde jutaan derajat celcius. Oleh karena sumber energi matahari berasal dari reaksi thermonuklir, berarti energinya bisa berkurang dan pada akhirnya akan habis manakala reaktan yang terlibat dalam reaksi thermonuklir telah habis bereaksi. Apabila reaktan yang bereaksi telah habis, maka matahari akan padam dan ini berarti kematian bagi semua makhluk hidup yang ada di bumi ini. Tulisan ini akan membahas bagaimana reaksi thermonuklir bisa terjadi di matahari, berapa panas yang dihasilkannya dan kapan reaksi thermonuklir akan berhenti atau kapan matahari akan padam..
Pertanyaan kapan matahari akan padam adalah suatu pertanyaan yang sulit dijawab dengan pasti, apalagi kalau harus membuktikan kebenarannya. Namun sama halnya dengan keingintahuan manusia untuk mengetahui berapa umur bumi atau kapan terbentuknya bumi ini, maka para ahlipun berusaha dengan akalnya untuk memperkirakan kapan matahari akan padam. Seperti telah diterangkan di muka, bahwa matahari akan padam manakala reaksi thermonuklir di matahari telah berhenti. Apabila matahari padam, maka kehidupan di muka bumi akan berhenti. Secara empiris telah dapat dibuktikan bahwa ada bintang yang pada mulanya bersinar terang, akan tetapi kemudian sinarnya makin redup dan akhirnya padam. Keadaan ini telah direkam oleh teleskop angkasa luar hubble. Atas dasar ini maka dapat saja matahari pada suatu saat akan padam. Seorang fisikawan Jerman, Hermann von Helmholtz, pada tahun 1825 mengamati perkembangan matahari yang ternyata diameter matahari setiap tahunnya menyusut 85 m. Kalau pengamatan Helmholtz benar, maka berdasarkan perhitungan penyusutan diameter matahari, umur matahari hanya akan bertahan untuk waktu 20.000.000 sampai dengan 25.000.000 tahun sejak matahari mengalami penyusutan. Untuk kurun waktu itu, teori Helmholtz ini cukup memuaskan para ilmuwan, sebelum akhirnya digugurkan oleh teori reaksi thermonuklir yang masih bertahan sampai saat ini. Atas dasar teori thermonuklir sudah barang tentu teori Helmholtz menjadi tidak benar, karena dalam kenyataannya matahari telah bersinar sejak orde 5.000.000.000 tahun yang lalu atau bahkan lebih dari itu, suatu umur yang melebihi perkiraan Helmholtz. Reaksi thermonuklir yang dikemukakan oleh Hans Bethe seperti yang telah diuraikan di muka, sebenarnya mirip dengan reaksi kimia konvensional dalam arti bahwa reaksi masih dapat berlangsung selama masih tersedia unsur atau reaktan yang menyebabkan terjadinya proses reaksi thermonuklir tersebut. Pada reaksi thermonuklir yang terjadi di matahari, sebagai reaktan utama adalah gas Hidrogen. Para ahli astronomi dan astrofisika berpendapat bahwa dengan bertambahnya umur matahari, maka pemakaian Hidrogen untuk reaksi thermonuklir dalam rangka mendapatkan energi yang amat sangat panas makin bertambah. Pada peristiwa ini energi yang dihasilkan oleh reaksi thermonuklir juga bertambah, sehingga energi radiasi yang dipancarkan matahari juga bertambah. Hal ini berarti pula suhu atmosfir bumi akan naik dan bumi akan terasa makin panas.
Apabila pendapat para ahli astronomi dan astrofisika tersebut benar, yaitu dengan bertambahnya umur matahari akan membuat persediaan gas Hidrogen pada permukaan matahari berkurang, maka jelas bahwa cepat atau lambat matahari pada akhirnya akan padam. Berdasarkan teori ini energi radiasi matahari diperkirakan masih dapat bertahan untuk jangka waktu kurang lebih 10.000.000.000 tahun lagi, setelah itu matahari padam. Contohnya adanya bintang yang pada saat ini sedang dalam proses menuju ke keadaan padam, telah dapat direkam gambarnya oleh teleskop ruang angkasa Hublle. Hal ini secara empiris menunjukkan kemungkinan yang sama dapat terjadi pada matahari kita. Namu apa yang terjadi akan terjadi sebelum waku 10.000.000.000. tahun tersebut terjadi? Secara teori dalam perjalanan menuju waktu 10.000.000.000. tersebut, suhu atmosfir bumi akan naik terus karena energi radiasi yang datang dari matahari bertambah panas. Keadaan ini akan menyebabkan es yang ada di kutub utara dan selatan akan mencair yang mengakibatkan tenggelammnya beberapa daratan atau garis pantai akan bergeser ke arah daratan. Kota-kota yang berada di pantai akan tenggelam. Ini baru merupakan bencana awal bagi kehidupan manusia di muka bumi ini. Bencana berikutnya adalah menguapnya semua air yang ada di bumi ini, karena suhu atmosfir bumi makin panas yang pada akhirnya tidak ada lagi air di muka bumi ini. Bumi yang menjadin kering kerontang tanpa air sama sekali dan suhunya yang panas menyebabkan berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Keadaan ini aka terjadi menjelang waktu mendekati 10.000.000.000 tahun yang akan datang.
Pada saat matahari kehabisan reaktan gas Hidrogen, maka reaksi thermonuklir benar-benar akan berhenti dan ini berarti matahari padam. Matahari yang telah padam ini akan mengeci;l (menyusust) menjadi suatu planet kecil yang dingin membeku yang disebut "White dwarf" atau si kerdil putih yang bukan matahari lagi! Contoh bintang atau planet yang sudah menjadi "white dwarf" di jagat raya ini cukup banyak, salah satunya planet bintang yang pada saat ini sedang menuju kematian seperti yang direkam oleh teleskop ruang angkasa Hubble. Sekali lagi keadaan tersebut akan terjadi 10.000.000.000 tahun yang akan datang. Keterangan ini merupakan jawaban untuk pertanyaan kapan reaksi thermonuklir di matahari berhenti atau matahari padam.
..................TUGAASS...........................
Showing posts with label Pelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pelajaran. Show all posts
Monday, January 25, 2010
AVIAN INFLUENZA ( FLU BURUNG )
F
3 AVIAN INFLUENZA ( FLU BURUNG )
Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.
Sumber penularan flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia. Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Flu Burung merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat membunuh seluruh ternak unggas diareal usaha peternakan serta dapat menyebar dengan cepat ke areal peternakan lain dan di seluruh tanah air. Flu Burung dapat menjangkit ke Manusia sehingga menyebabkan manusia menjadi sakit dan meninggal
4.1 Penyebab Dan Tingkat Keganasan
Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus, penyakit ini dapat muncul dalam beberapa bentuk yang berbeda :
• Tanda-tanda kliniks yang umum dan parah = Highly pathogenic ( HPAI ).
• Tanda-tanda kliniks pada pernapasan dan ringan=Low Pathogenic ( LPAI ).
• Tidak ada tanda-tanda kliniks
4.2 Jenis-Jenis Unggas Yang Terjangkit Dan Induk Semang Alami :
a. Ayam.
b. Itik.
c. Angsa.
d. Kalkun.
e. Ayam Mutiara.
f. Burung Puyuh.
g. Burung Kuau.
h. Burung Merpati.
i. Burung Penyanyi.
j. Dan banyak Burung Liar lainnya yang dapat dijangkiti oleh Virus-Virus tergantung pada Virus / Induk semangnya Ternak-ternak tersebut tidak akan memperlihatkan tanda-tanda kliniks.
4.3 Cara Penularan Avian Influenza (Ai)
Virus masuk ke areal peternak Unggas melalui beberapa cara :
Membeli satu ekor lebih unggas peliharaan meski pun dalam kondisi sehat.
Pedagang perantara, Pengantar pakan ternak yang datang ke areal peternakan, dipasar ternak unggas, RPH dan tempat-tempat lain yang terkontaminasi Virus AI. Virus dapat terbawa melalui kendaraan , pakaian, pada rak telur dll.
Anjing-anjing yang membawa burung-burung mati dari areal peternakan yang terinfeksi.
Kontak langsung ternak yang terjangkit Virus AI.
Kontak dengan pupuk kandang yang terinfeksi.
4.4 Masa Inkubasi Ai
Biasanya masa Inkubasi berlangsung 2 – 5 hari dari sejak terkontaminasi oleh Virus AI dan saat munculnya tanda-tanda kliniks.
4.5 Tanda-Tanda Kliniks Ai
Tanda-tanda Kliniks sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti jenis Virus yang mengingfeksinya, jenis Unggas yang terinfeksi, umur Unggas, Penyakit-Penyakit lain yang ada pada saat itu, dan Lingkungannya.
Penyakit muncul secara tiba-tiba pada sekelompok ternak dan banyak Unggas yang Mati.
Unggas kelihatan lemah, Jalannya sempoyongan, sering duduk / Berdiri dalam setengah tidur / Ngantuk dengan kepala menyentuh Tanah.
Unggas yang masih muda memperlihatkan Sakit pada syaraf.
Ayam Betina yang mulai bertelur, cangkang telurnya tipis dan kemudian berhenti bertelur.
Jengger dan pial Berwarna merah Kehitaman sampai biru dan membengkak, dan dapat juga disertai pendarahan yang kental diujung-ujungnya.
Nafas cepat dan sulit.
Pendarahan biasa terjadi pada daearah kulit yang tidak ditumbuhi bulu khususnya tulang kering pada kaki.
Mortalitas bisa mencapai 50 % - 100 %.
4.6 Pencegahan Ai
Pengendalian lalu lintas Kedalam peternakan.
Jangan memimjam peralatan dan kendaraan dari peternakan lain.
Hindari masuknya Unggas dengan penyakit yang tidak diketahuikedalam peternakan.
Lakukan Vaksinasi AI secara rutin.
Sanitasi kandang.
Biosokurisi.
3 AVIAN INFLUENZA ( FLU BURUNG )
Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.
Sumber penularan flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia. Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Flu Burung merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat membunuh seluruh ternak unggas diareal usaha peternakan serta dapat menyebar dengan cepat ke areal peternakan lain dan di seluruh tanah air. Flu Burung dapat menjangkit ke Manusia sehingga menyebabkan manusia menjadi sakit dan meninggal
4.1 Penyebab Dan Tingkat Keganasan
Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus, penyakit ini dapat muncul dalam beberapa bentuk yang berbeda :
• Tanda-tanda kliniks yang umum dan parah = Highly pathogenic ( HPAI ).
• Tanda-tanda kliniks pada pernapasan dan ringan=Low Pathogenic ( LPAI ).
• Tidak ada tanda-tanda kliniks
4.2 Jenis-Jenis Unggas Yang Terjangkit Dan Induk Semang Alami :
a. Ayam.
b. Itik.
c. Angsa.
d. Kalkun.
e. Ayam Mutiara.
f. Burung Puyuh.
g. Burung Kuau.
h. Burung Merpati.
i. Burung Penyanyi.
j. Dan banyak Burung Liar lainnya yang dapat dijangkiti oleh Virus-Virus tergantung pada Virus / Induk semangnya Ternak-ternak tersebut tidak akan memperlihatkan tanda-tanda kliniks.
4.3 Cara Penularan Avian Influenza (Ai)
Virus masuk ke areal peternak Unggas melalui beberapa cara :
Membeli satu ekor lebih unggas peliharaan meski pun dalam kondisi sehat.
Pedagang perantara, Pengantar pakan ternak yang datang ke areal peternakan, dipasar ternak unggas, RPH dan tempat-tempat lain yang terkontaminasi Virus AI. Virus dapat terbawa melalui kendaraan , pakaian, pada rak telur dll.
Anjing-anjing yang membawa burung-burung mati dari areal peternakan yang terinfeksi.
Kontak langsung ternak yang terjangkit Virus AI.
Kontak dengan pupuk kandang yang terinfeksi.
4.4 Masa Inkubasi Ai
Biasanya masa Inkubasi berlangsung 2 – 5 hari dari sejak terkontaminasi oleh Virus AI dan saat munculnya tanda-tanda kliniks.
4.5 Tanda-Tanda Kliniks Ai
Tanda-tanda Kliniks sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti jenis Virus yang mengingfeksinya, jenis Unggas yang terinfeksi, umur Unggas, Penyakit-Penyakit lain yang ada pada saat itu, dan Lingkungannya.
Penyakit muncul secara tiba-tiba pada sekelompok ternak dan banyak Unggas yang Mati.
Unggas kelihatan lemah, Jalannya sempoyongan, sering duduk / Berdiri dalam setengah tidur / Ngantuk dengan kepala menyentuh Tanah.
Unggas yang masih muda memperlihatkan Sakit pada syaraf.
Ayam Betina yang mulai bertelur, cangkang telurnya tipis dan kemudian berhenti bertelur.
Jengger dan pial Berwarna merah Kehitaman sampai biru dan membengkak, dan dapat juga disertai pendarahan yang kental diujung-ujungnya.
Nafas cepat dan sulit.
Pendarahan biasa terjadi pada daearah kulit yang tidak ditumbuhi bulu khususnya tulang kering pada kaki.
Mortalitas bisa mencapai 50 % - 100 %.
4.6 Pencegahan Ai
Pengendalian lalu lintas Kedalam peternakan.
Jangan memimjam peralatan dan kendaraan dari peternakan lain.
Hindari masuknya Unggas dengan penyakit yang tidak diketahuikedalam peternakan.
Lakukan Vaksinasi AI secara rutin.
Sanitasi kandang.
Biosokurisi.
Subscribe to:
Posts (Atom)