Monday, January 25, 2010

AVIAN INFLUENZA ( FLU BURUNG )

F
3 AVIAN INFLUENZA ( FLU BURUNG )
Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.
Sumber penularan flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia. Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Flu Burung merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat membunuh seluruh ternak unggas diareal usaha peternakan serta dapat menyebar dengan cepat ke areal peternakan lain dan di seluruh tanah air. Flu Burung dapat menjangkit ke Manusia sehingga menyebabkan manusia menjadi sakit dan meninggal
4.1 Penyebab Dan Tingkat Keganasan
Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus, penyakit ini dapat muncul dalam beberapa bentuk yang berbeda :
• Tanda-tanda kliniks yang umum dan parah = Highly pathogenic ( HPAI ).
• Tanda-tanda kliniks pada pernapasan dan ringan=Low Pathogenic ( LPAI ).
• Tidak ada tanda-tanda kliniks
4.2 Jenis-Jenis Unggas Yang Terjangkit Dan Induk Semang Alami :
a. Ayam.
b. Itik.
c. Angsa.
d. Kalkun.
e. Ayam Mutiara.
f. Burung Puyuh.
g. Burung Kuau.
h. Burung Merpati.
i. Burung Penyanyi.
j. Dan banyak Burung Liar lainnya yang dapat dijangkiti oleh Virus-Virus tergantung pada Virus / Induk semangnya Ternak-ternak tersebut tidak akan memperlihatkan tanda-tanda kliniks.
4.3 Cara Penularan Avian Influenza (Ai)
Virus masuk ke areal peternak Unggas melalui beberapa cara :
 Membeli satu ekor lebih unggas peliharaan meski pun dalam kondisi sehat.
 Pedagang perantara, Pengantar pakan ternak yang datang ke areal peternakan, dipasar ternak unggas, RPH dan tempat-tempat lain yang terkontaminasi Virus AI. Virus dapat terbawa melalui kendaraan , pakaian, pada rak telur dll.
 Anjing-anjing yang membawa burung-burung mati dari areal peternakan yang terinfeksi.
 Kontak langsung ternak yang terjangkit Virus AI.
 Kontak dengan pupuk kandang yang terinfeksi.
4.4 Masa Inkubasi Ai
Biasanya masa Inkubasi berlangsung 2 – 5 hari dari sejak terkontaminasi oleh Virus AI dan saat munculnya tanda-tanda kliniks.
4.5 Tanda-Tanda Kliniks Ai
 Tanda-tanda Kliniks sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti jenis Virus yang mengingfeksinya, jenis Unggas yang terinfeksi, umur Unggas, Penyakit-Penyakit lain yang ada pada saat itu, dan Lingkungannya.
 Penyakit muncul secara tiba-tiba pada sekelompok ternak dan banyak Unggas yang Mati.
 Unggas kelihatan lemah, Jalannya sempoyongan, sering duduk / Berdiri dalam setengah tidur / Ngantuk dengan kepala menyentuh Tanah.
 Unggas yang masih muda memperlihatkan Sakit pada syaraf.
 Ayam Betina yang mulai bertelur, cangkang telurnya tipis dan kemudian berhenti bertelur.
 Jengger dan pial Berwarna merah Kehitaman sampai biru dan membengkak, dan dapat juga disertai pendarahan yang kental diujung-ujungnya.
 Nafas cepat dan sulit.
 Pendarahan biasa terjadi pada daearah kulit yang tidak ditumbuhi bulu khususnya tulang kering pada kaki.
 Mortalitas bisa mencapai 50 % - 100 %.
4.6 Pencegahan Ai
 Pengendalian lalu lintas Kedalam peternakan.
 Jangan memimjam peralatan dan kendaraan dari peternakan lain.
 Hindari masuknya Unggas dengan penyakit yang tidak diketahuikedalam peternakan.
 Lakukan Vaksinasi AI secara rutin.
 Sanitasi kandang.
 Biosokurisi.

No comments:

Post a Comment